Tuesday, June 19, 2018

Harga Seorang Tamu

MaasyaaAllah...

Ada seorang perempuan mengeluh kepada Rasulullah karena perilaku suaminya.

Suaminya selalu mengundang orang-orang datang ke rumahnya dan  menjamunya sehingga tamu-tamu tersebut menyebabkan sang istri menjadi repot dan merasa kelelahan.

Lalu wanita tersebut keluar meninggalkan Rasulullah dan tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Rasul saw.

Setelah beberapa waktu...

Rasulullah pergi ke rumah suami-istri tersebut, Rasulullah bersabda kepada sang suami : "Sesungguhnya aku adalah tamu di rumahmu hari ini."

Betapa bahagianya sang suami demi mendengar ucapan Rasulullah tersebut, maka dia segera menghampiri istrinya untuk mengabarkan bahwa tamu hari ini adalah Rasulullah.

Si istri pun merasa bahagia karena kabar tersebut, dia pun segera memasak makanan yang lezat dan nikmat.

Dia lakukan hal tersebut dengan penuh rasa bahagia di dalam hatinya.

Ketika Rasulullah akan pergi dari rumahnya setelah beliau mendapatkan kemuliaan dan merasa bahagia dengan keridhoan pasangan itu.

قال للزوج عندما أخرج من بيتك دع زوجتك تنظر إلى الباب الذي أخرج منه

Rasulullah bersabda kepada suaminya : "Ketika aku akan keluar nanti dari rumahmu, panggil istrimu dan perintahkan dia untuk melihat ke pintu tempat aku keluar."

Maka sang istri melihat Rasulullah keluar dari rumahnya diikuti oleh binatang-binatang melata, seperti kalajengking dan berbagai binatang yang berbahaya lainnya di belakang Rasulullah.

Terkejutlah sang istri dengan apa yang dilihat di depannya.

فقال لها رسول الله هكذا دائما عندما يخرج الضيوف من بيتكِ يخرج كل البلاء والضرر والدواب من منزلك.

Maka Rasulullah bersabda : "Seperti itulah yang terjadi. Setiap kali tamu keluar dari rumahmu, maka keluar pula segala bala', bahaya dan segala binatang yang membahayakan dari rumahmu."

"Maka inilah hikmah  memuliakan tamu dan tidak berkeluh kesah karena kedatangannya."

Rumah yang banyak dikunjungi tamu adalah rumah yang dicintai ALLAH.

Begitu indahnya rumah yang selalu terbuka untuk anak kecil atau dewasa.

Rumah yang di dalamnya turun rahmat  dan berbagai keberkahan dari langit.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إذا أراد الله بقوم خيراً أهدى لهم هدية

Rasulullah bersabda : "Jika ALLAH menginginkan kebaikan terhadap satu kaum, maka ALLAH akan memberikan hadiah kepada mereka.

Para sahabat bertanya : "Hadiah apakah itu, ya Rasulullah...............?."

قال: الضيف ينزل برزقه، ويرتحل بذنوب أهل البيت."

Rasulullah bersabda : "Tamu akan menyebabkan turunnya rezeki untuk pemilik rumah dan  menghapus dosa-dosa penghuni rumah."

وقال صلى الله عليه وسلم: كل بيت لا يدخل فيه الضيف لا تدخله الملائكة."

Rasulullah bersabda : "Rumah yang tidak dimasuki tamu (tidak ada tamu), maka Malaikat Rahmat tidak akan masuk ke dalamnya."

وقال صلى الله عليه وسلم: " الضيف دليل الجنة."

Rasulullah bersabda : "Tamu adalah penunjuk jalan menuju Surga."

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه

Rasulullah bersabda : "Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan Hari Akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya."

Mari saling bersilaturahmi.

Kisah Kesabaran Seorang Istri dan Harimau

Menaklukan Harimau

Suatu kali di sebuah desa, ada seorang istri yang mengeluhkan perubahan sikap suaminya. Sang suami yang kembali dari perang membela kerajaan, kini berubah perangainya. Jika dulu penyabar dan sangat menyayangi istrinya, kini menjadi gampang marah, mudah tersinggung, dan bahkan sering mengeluarkan kata-kata kasar.

Awalnya, sang istri berusaha terus bersabar dengan kondisi tersebut. Ia yakin, suaminya suatu saat akan berubah kembali seperti semula. Namun, beberapa bulan berlalu, entah mengapa perangai suaminya tidak juga berubah. Sang istri nyaris putus asa, bahkan sudah berniat menyudahi pernikahan mereka. Beruntung, saat mengadukan masalahnya pada seorang sahabat dekat, ia mendapat informasi adanya seorang pertapa di gunung yang sangat sakti.

Demi kecintaan yang mendalam kepada suaminya, sang istri pun menempuh perjalanan cukup jauh untuk bertemu dengan sang pertapa.

“Wahai pertapa yang baik, aku punya masalah dengan suamiku yang berubah sifatnya setelah pergi menunaikan tugas membela kerajaan. Apakah Anda bisa membuatkan ramuan sakti, atau adakah cara lain untuk mengembalikan sifat kasih suamiku seperti dulu?”

Tampak sang pertapa berpikir sejenak. “Memang, ada banyak orang yang berubah sifat setelah usai berperang. Sebenarnya itu wajar, mengingat perang meninggalkan banyak korban dan kepedihan. Jangan khawatir, ada sebuah cara untuk itu. Hanya perlu satu syarat lagi, agar harapanmu bisa terkabulkan.”

“Apa itu?” tanya sang istri tak sabar. “Aku pasti akan segera memenuhinya.”
“Aku hanya butuh tiga lembar kumis harimau di hutan!” sebut sang pertapa yang membuat sang istri kaget.
“Bagaimana aku bisa mengambil kumis dari binatang buas itu?”
“Semua terserah padamu. Kamu yang butuh ramuan ini, lakukan perintahku ini. Jika tidak, ramuan ini tak akan bisa bekerja seperti yang kamu minta,” seru pertapa tegas.

Meski berat syarat yang diminta—karena begitu besar cintanya dan tak ingin keluarganya berantakan—si istri menurut. Maka, setelah tahu ke mana biasanya harimau bersarang di tengah hutan, dikumpulkan keberaniannya untuk mengamati sang harimau. Beberapa hari mengamati, si istri mendapat akal. Di sebuah pagi buta, sebelum harimau keluar dari sarangnya, ia menyiapkan nasi yang dilumuri kuah daging di depan sarang harimau. Pelan sekali ia melakukan itu. Tentu, dengan hati berdebar, ia tak ingin membuat harimau terbangun dan menerkamnya. Lantas, dari jauh, ia pun mengamati, apakah harimau itu mau makan makanan pemberiannya.

Ternyata, meski semula didiamkan, lama-lama makanan tersebut mulai dijilati harimau dengan lahap. Si istri senang, taktiknya berhasil. Maka, hari-hari berikutnya—meski tetap dengan ketakutan yang masih bersisa—ia terus memberikan mangkuk nasi dengan aroma kuah daging.

Beberapa bulan berlalu. Saat itu, keberaniannya mulai bertambah. Sang harimau pun seperti sudah akrab dengan kebiasaannya menyediakan mangkuk nasi aroma daging. Saat ia mendekati sarang harimau, derap kecil langkahnya mulai dikenali sang harimau. Sehingga, tak lama ia menaruh mangkuk, sang harimau segera datang memakan dengan lahap. Begitu seterusnya, hingga akhirnya, si istri mulai berani lebih dekat lagi dengan harimau yang terlihat lebih jinak.

Tak terasa, delapan bulan lamanya. Akhirnya si istri dan harimau kini benar-benar menjadi sahabat akrab. Si istri sering mengelus kepala harimau, dan sebaliknya, harimau kerap bermanja-manja dengan si istri. Saat itulah, si istri dengan kelembutannya memohon pada harimau untuk mau memberikan tiga helai kumisnya sebagai bagian dari ramuan untuk suaminya.

Tak lama kemudian, si istri datang kepada sang pertapa untuk memberikan tiga helai kumis harimau tersebut. Sang pertapa pun bertanya, apakah benar itu adalah kumis harimau hidup yang asli. “Ceritakan padaku bagaimana kamu bisa mendapatkan kumis itu?”

Si istri lantas berkisah, bagaimana selama delapan bulan terakhir, ia mencoba menaklukkan keganasan harimau. Dari awalnya sangat takut, pelan-pelan mencoba memberikan makanan, hingga akhirnya menjadikan harimau itu sebagai sahabat.

Sang pertapa lantas mengangguk-angguk senang. Namun tiba-tiba, tiga kumis harimau itu bukannya dibuat ramuan, tetapi malah dibuang ke perapian dan segera lenyap tak berbekas. Si istri terkejut sekali dengan tindakan sang pertapa. “Pak pertapa, mengapa melakukan itu…? Itu adalah kumis harimau yang aku dapat dengan perjuangan sangat berat…!” ratap si istri.

Tenang, sang pertapa menjawab. “Kamu tak perlu ramuanku lagi. Kamu lihat, harimau yang ganas saja bisa takluk dengan kesabaranmu. Lalu, bagaimana jika hal yang sama kamu perlakukan pada manusia, yakni suamimu? Aku yakin, emosi yang sering muncul dari suamimu pelan tapi pasti bisa kamu taklukkan seperti kamu menjinakkan harimau itu. Pulanglah, kembali pada suamimu, dan perlakukan dia dengan kesabaran dan kasih sayang.”

Pembaca yang luar biasa,

Kisah tersebut adalah cerita tentang kegigihan seseorang dalam mencoba memecahkan masalah yang dihadapi. Butuh kesabaran ekstra—bahkan sangat lama—untuk mengatasi kondisi-kondisi yang kadang memang kurang mengenakkan. Tapi, semua bisa dihadapi dengan kesabaran dan ketekunan. Masalah datang bukan untuk ditinggalkan, tapi diselesaikan. Halangan dan rintangan memang kerap mengunjungi hingga membuat kita terasa tersakiti, tapi sebenarnya itu adalah “ujian” untuk membuat kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Untuk meraih sesuatu memang butuh pengorbanan. Tak ada proses yang berjalan instan. Seperti kisah si istri penakluk harimau yang saya bagikan ini.Kesabaran tingkat tinggi yang ditunjukkan mampu menjadi solusi luar biasa—yang bahkan dianggap mustahil pada awalnya—untuk mengatasi persoalan apa saja.

Mari, sadari bahwa semua berproses. Kuatkan keyakinan, tambahkan kesabaran, mantapkan ketekunan. Niscaya, akan ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meraih kemenangan sejati.

Salam sukses Luar Biasa!

sumber: andriewongso.com

Kisah Nyata: Seorang Anak Nasrani Yang Tertembak Saat Peringatan Maulid Nabi

Di manakah engkau Hai MUHAMMAD yang mengaku sebagai Nabi?

KISAH NYATA SEORANG ANAK NASRANI YANG TERTEMBAK SAAT PERINGATAN MAULID NABI

Pada saat itu, di Libanon Selatan, kebiasaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, mereka rayakan secara turun temurun dan selalu dimeriahkan dengan menembakkan senjata api ke atas untuk menunjukkan kegembiraan.

Ketika itu seorang anak Nasrani Dari keluarga Ghatas yang terkenal terlihat asyik menonton meriahnya peringatan Itu.

Tanpa disadari, sebuah peluru nyasar menembus kepalanya.

Anak itu pun jatuh tersungkur bersimbah darah dan seketika itu juga ibunya berteriak histeris.

Maka dengan segera anaknya dilarikan ke RS. GHASAN HAMUD.

Tetapi RSGH angkat tangan karena tidak mampu menangani pendarahan yg begitu hebat.

Lantas anak itu dirujuk ke RS. AMERIKA yang memiliki banyak dokter ahli dan spesialis.

Tapi begitu melihat kondisi anak itu mereka juga angkat tangan.

Karena panik penuh kecewa, ibu sang anak berteriak dengan kerasnya sambil berseru:

"Di manakah engkau Hai MUHAMMAD yang mengaku sebagai Nabi?

"Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku karena merayakan hari kelahiranmu"

Pada saat itu dokter kepala yang memimpin perawatan keluar ruangan menemui sang ibu dan memintanya agar melihat anaknya untuk yang terakhir kali.

Ibu nasrani itu dengan lemas dan dipapah masuk ke ruangan, diikuti dengan keluarnya para dokter.

Namun Keajaiban terjadi...

Ketika sang ibu sudah di dalam ruangan, ternyata dia melihat anaknya sedang duduk di tepi tempat tidur sambil berteriak:

"Tutup semua pintu dan jendela nya ibu!! Dia jangan diperbolehkan keluar!!

Antara percaya dan tidak Si ibu mendekati anaknya untuk memastikan kondisi anaknya.
Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal.

Kondisi anaknya begitu sehat dan bugar serta tidak ada bekas luka tembakan sama sekali di kepalanya.
Apalagi bercak darah.

"Anakku apa yang terjadi..?“

"Ibu, dia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum.“

“Siapa dia sayang"?

“MUHAMMAD…
Muhammad...Ibu.“ jawab anak itu...

Subhanallah.....

Ternyata, teriakan si ibu disambut oleh NABI AGUNG MUHAMMAD SAW.....

Beberapa menit kemudian...

Berkumpullah semua dokter untuk melihat kenyataan di hadapan mereka.

Maka ibu, anak dan semua dokter nasrani yang menyaksikan keajaiban tersebut saat itu juga mengikrarkan syahadat (masuk Islam).

"Kami bersaksi tiada Tuhan yang patut disembah kecuali ALLAH dan Muhammad benar-benar utusan dan Hamba Allaah"

Ini kejadian nyata yang ditakdirkan oleh Allah untuk menunjukkan keagungan junjungan kita Sayyidina Muhammad Shalallaahu 'alaihi wasalam

Tiada yang tidak mungkin bagi Allah...!

Shallu 'Alan Nabi…!!!!

Kutipan - ceramah dari Ulama Libanon ...

KALAU BANGGA PUNYA NABI SEPERTI BAGINDA RASULULLAAH SAW, SILAHKAN BAGIKAN!!!

Semoga yang membagikan selalu mendapat pertolongan Allah SWT
AAMIIN..YAA.. ROBBAL 'AALAMiN

Belajar dari Mbah Jum Penjual Tempe

Oleh : Irene Radjiman

Begitulah beliau dipanggil. Aku sempat bertemu dengannya 5 tahun yang lalu saat berlibur di Kasian Bantul Yogyakarta. Nama desanya saya lupa.

Mbah Jum seorang tuna netra yang berprofesi sebagai pedagang tempe. Setiap pagi beliau dibonceng cucunya ke pasar untuk berjualan tempe. Sesampainya dipasar tempe segera digelar. Sambil menunggu pembeli datang, disaat pedagang lain sibuk menghitung uang dan ngerumpi dengan sesama pedagang, mbah Jum selalu bersenandung sholawat. Cucunya meninggalkan mbah Jum sebentar, karena ia juga bekerja sebagai kuli panggul dipasar itu. Dua jam kemudian, cucunya datang kembali untuk mengantar simbahnya pulang kerumah. Tidak sampai 2 jam dagangan tempe mbah Jum sudah habis ludes. Mbah Jum selalu pulang paling awal dibanding pedagang lainnya. Sebelum pulang mbah Jum selalu meminta cucunya menghitung uang hasil dagangannya dulu. Bila cucunya menyebut angka lebih dari 50 ribu rupiah, mbah Jum selalu minta cucunya mampir ke masjid untuk memasukkan uang lebihnya itu ke kotak amal.

Saat kutanya : “kenapa begitu ?”

“karena kata simbah modal simbah bikin tempe Cuma 20 ribu. Harusnya simbah paling banyak dapetnya yaa 50 ribu. Kalau sampai lebih berarti itu punyanya gusti Allah, harus dikembalikan lagi. Lha rumahnya gusti Allah kan dimasjid mbak, makanya kalau dapet lebih dari 50 ribu, saya diminta simbah masukkin uang lebihnya kemasjid.”

“Lho, kalo sampai lebih dari 50 ribu, itukan hak simbah, kan artinya simbah saat itu bawa tempe lebih banyak to ?” Tanyaku lagi

“Nggak mbak. Simbah itu tiap hari bawa tempenya ga berubah-ubah jumlahnya sama.” Cucunya kembali menjelaskan padaku.

“Tapi kenapa hasil penjualan simbah bisa berbeda-beda ?” tanyaku lagi

“Begini mbak, kalau ada yang beli tempe sama simbah, karena simbah tidak bisa melihat, simbah selalu bilang, ambil sendiri kembaliannya. Tapi mereka para pembeli itu selalu bilang, uangnya pas kok mbah, ga ada kembalian. Padahal banyak dari mereka yang beli tempe 5 ribu, ngasih uang 20 ribu. Ada yang beli tempe 10 ribu ngasih uang 50 ribu. Dan mereka semua selalu bilang uangnya pas, ga ada kembalian. Pernah suatu hari simbah dapat uang 350 ribu. Yaaa 300 ribu nya saya taruh dikotak amal masjid.” Begitu penjelasan sang cucu.

Aku melongo terdiam mendengar penjelasan itu. Disaat semua orang ingin semuanya menjadi uang, bahkan kalau bisa kotorannya sendiripun disulap menjadi uang, tapi ini mbah Jum…?? Aahhh…. Logikaku yang hidup di era kemoderenan jahiliyah ini memang belum sampai.

Sampai rumah pukul 10:00 pagi beliau langsung masak untuk makan siang dan malam. Ternyata mbah Jum juga seorang tukang pijat bayi (begitulah orang dikampung itu menyebutnya). Jadi bila ada anak-anak yang dikeluhkan demam, batuk, pilek, rewel, kejang, diare, muntah-muntah dan lain-lain, biasanya orang tua mereka akan langsung mengantarkan ke rumah mbah Jum. Bahkan bukan hanya untuk pijat bayi dan anak-anak, mbah Jum juga bisa membantu pemulihan kesehatan bagi orang dewasa yang mengalami keseleo, memar, patah tulang, dan sejenisnya. Mbah Jum tidak pernah memberikan tarif untuk jasanya itu, padahal beliau bersedia diganggu 24 jam bila ada yang butuh pertolongannya. Bahkan bila ada yang memberikan imbalan untuk jasanya itu, ia selalu masukan lagi 100% ke kotak amal masjid. Ya ! 100% ! anda kaget ? sama, saya juga kaget.

Ketika aku kembali bertanya : “kenapa harus semuanya dimasukkan ke kotak amal ?”

mbah Jum memberi penjelasan sambil tersenyum :
“Kulo niki sakjane mboten pinter mijet. Nek wonten sing seger waras mergo dipijet kaleh kulo, niku sanes kulo seng ndamel seger waras, niku kersane gusti Allah. Lha dadose mbayare mboten kaleh kulo, tapi kaleh gusti Allah.” (Saya itu sebenarnya nggak pinter mijit. Kalau ada yang sembuh karena saya pijit, itu bukan karena saya, tapi karena gusti Allah. Jadi bayarnya bukan sama saya, tapi sama gusti Allah).

Lagi-lagi aku terdiam. Lurus menatap wajah keriputnya yang bersih. Ternyata manusia yang datang dari peradaban kapitalis akan terkaget-kaget saat dihadapkan oleh peradaban sedekah tingkat tinggi macam ini. Dimana di era kapitalis orang sekarat saja masih bisa dijadikan lahan bisnis. Jangankan bicara GRATIS dengan menggunakan kartu BPJS saja sudah membuat beberapa oknum medis sinis.

Mbah Jum tinggal bersama 5 orang cucunya. Sebenarnya yang cucu kandung mbah Jum hanya satu, yaitu yang paling besar usia 20 tahun (laki-laki), yang selalu mengantar dan menemani mbah Jum berjualan tempe dipasar. 4 orang cucunya yang lain itu adalah anak-anak yatim piatu dari tetangganya yang dulu rumahnya kebakaran. Masing-masing mereka berumur 12 tahun (laki-laki), 10 tahun (laki-laki), 8 tahun (laki-laki) dan 7 tahun (perempuan).

Dikarenakan kondisinya yang tuna netra sejak lahir, membuat mbah Jum tidak bisa membaca dan menulis, namun ternyata ia hafal 30 juz Al-Quran. Subhanallah…!! Cucunya yang paling besar ternyata guru mengaji untuk anak-anak dikampung mereka. Ke-4 orang cucu-cucu angkatnya ternyata semuanya sudah qatam Al-Quran, bahkan 2 diantaranya sudah ada yang hafal 6 juz dan 2 juz.

“Kulo niki tiang kampong. Mboten saget ningali nopo-nopo ket bayi. Alhamdulillah kersane gusti Allah kulo diparingi berkah, saget apal Quran. Gusti Allah niku bener-bener adil kaleh kulo.” (saya ini orang kampong. Tidak bisa melihat apapun dari bayi. Alhamdulillah kehendak gusti Allah, saya diberi keberkahan, bisa hafal Al-Quran. Gusti Allah itu benar-benar adil sama saya).

Itu kata-kata terakhir mbah Jum, sebelum aku pamit pulang. Kupeluk erat dia, kuamati wajahnya. Kurasa saat itu bidadari surga iri melihat mbah Jum, karena kelak para bidadari itu akan menjadi pelayan bagi mbah Jum.

Matur nuwun mbah Jum, atas pelajaran sedekah tingkat tinggi 5 tahun yang lalu yang sudah simbah ajarkan pada saya di pelosok desa Yogyakarta.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS DENGAN MENYERTAKAN LINK BLOG INI.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1630417800338523&id=100001109553805

Kopi dan Cangkir

OLEH2 SILATURAHMI

Dalam sebuah acara silaturahmi, beberapa cucu dari 8 orang anak menjumpai eyangnya yg ada di desa.

Mereka menceritakan kisah sukses masing2.
Ada yang menjadi direktur BUMN, ada yang menjadi direktur Bank, ada yg menjadi pengusaha sukses, dokter, arsitek, pengacara, konsultan, dll.

Melihat para cucu2 tersebut ramai2  membicarakan kesuksesan mereka, eyang tsb segera ke dapur kmdn mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda2. ‎Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

“Sudah, sudah.. Ngobrolnya berhenti dulu. Ini Eyang sudah siapkan kopi buat kalian,” seru sang eyang memecah keasyikan obrolan mereka.

Hampir serempak, mereka kemudian berebut cangkir terbaik yang bisa mereka dapat.
Akhirnya, di meja yang tersisa hanya satu buah cangkir plastik yang paling jelek.

Lantas, setelah semua mendapatkan cangkirnya, sang eyang pun mulai menuangi cangkir itu dengan kopi panas dari teko yang telah disiapkannya.

“Mari, silakan diminum,” ajak sang eyang, yang kemudian ikut mengisi kopi dan meminum dari cangkir terakhir yang paling jelek.

“Bagaimana rasanya? Nikmat kan? Ini dari kopi hasil kebun eyang sendiri.”

“Wah, enak sekali  eyang.. Ini kopi paling sedap yang pernah saya minum,” timpal salah satu cucu yang langsung diiyakan oleh saudara2 yang lain.

“Nah, kopinya enak ya? Tapi, apakah kalian tadi memperhatikan. Kalian hampir saja berebut untuk memilih cangkir yang paling bagus hingga hanya menyisakan satu cangkir paling jelek ini?” tanya sang eyang.

Cucu2nya dari 8 anaknya yang menyebar di bwrbagai kota itu pun saling berpandangan.

"Perhatikanlah, bahwa kalian semua memilih cangkir yg bagus dan kini yg tersisa hanyalah cangkir yg murah dan tidak menarik.

Memilih hal yg terbaik adalah wajar dan manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu.
Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membandingkannya.

Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.‎

Hidup kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan ibadah, seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah sarana, pekerjaan, jabatan, atau harta benda yg kita miliki."

Semua cucunya tertegun mendengar penjelasan dari sang eyang.
Penjelasan dari sang eyang telah menyentak kesadaran mereka.

"Cucu-cucuku tercinta..."
lanjut sang eyang.

"Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yg kita nikmati.
Cangkir bukanlah yg utama, kualitas kopi itulah yg terpenting"
‎
Jangan berpikir bahwa kekayaan yg melimpah, sarana yg mewah, karier yg bagus dan pekerjaan yg mapan merupakan jaminan kebahagian hidup dan kenikmatan dlm beribadah.
Itu konsep yg sangat keliru.

Kualitas hidup dan ibadah kita ditentukan oleh  "Apa yg ada di dalam" bukan "Apa yg kelihatan dari luar."
‎
Status, pangkat, kedudukan, jabatan, kekayaan, kesuksesan, popularitas, adalah sebuah predikat yang disandang.
Tak salah jika kita mengejarnya.
Tak salah pula bila kita ingin memilikinya.

Namun, semua itu hanya sarana.
Sarana hanya bermanfaat apabila bisa mengantarkan kita pada tujuan.

Apa gunanya  memiliki segala sarana, namun tidak pernah merasakan kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagian sejati di dalam kehidupan kita?

Itu sangat menyedihkan.
Karena hal itu sama seperti kita menikmati kopi kualitas buruk yg disajikan di sebuah cangkir kristal yg mewah dan mahal..."

Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya..."

Selamat menikmati secangkir kopi kehidupan, saudara-saudari tercinta...

Sunday, September 25, 2016

Ibadah-ibadah di Bulan Dzulhijjah

Di bulan Dzulhijjah ada beberapa amalan yang terdapat nilai keistimewaan di dalamnya, diantara amalan tersebut adalah:
  1. Puasa.
  2. Kurban.
  3. Ibadah Haji.
  4. Shalat Idul Adha.

PUASA

Puasa sunah Tarwiyah yang waktunya sebelum puasa Arafah/Wukuf dimulai, puasa sunah Tarwiyah ini jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah.

Puasa sunah Arafah bertepatan waktunya dengan ibadah Wukuf di Mekkah, yaitu pada tgl 9 Dzulhijjah.

KURBAN

Berkurban adalah ibadah yang sifatnya sunah muakkad, yang sangat dianjurkan kepada muslim yang memiliki kemampuan. Dasar hukumnya ada pada surat Al Kaustar (Nikmat Yang Banyak).
  1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak.
  2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
Hewan yang termasuk dalam hewan kurban adalah hewan - hewan tertentu, seperti Unta, Sapi, Kambing/Domba, dan sebagian menggunakan Kerbau. Jadi hewan seperti Ayam, walaupun punya satu truk tidak bisa dijadikan hewan kurban.

Jika dibandingkan dengan sejarah kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim A.S dengan putranya Nabi Ismail A.S., ibadah kurban yang kita lakukan saat ini sangat jauh dengan tingkat keikhlasan yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim & Nabi Ismail. Pada saat Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi (wahyu) untuk menyembelih anaknya kandungnya semata wayang yaitu Nabi Ismail, dan dengan penuh keihlasan dari Nabi Ibrahim dan kesabaran Nabi Ismail, perintah itu dilaksanakan juga dan Allah SWT menggantikannya dengan seekor hewan yang sangat besar.

Jadi dengan nikmat yang sangat banyak mulai dari kesehatan, akal pikiran, iman dan nikmat - nikmat lainnya yang tak akan cukup disampaikan disini, selayaknya kita dapat melakukan kurban.

Filosofi dari ibadah kurban salah satunya adalah menumbuhkan dan meningkatkan rasa kepedulian sosial, hampir seluruh ibadah yang kita lakukan ada dimensi-dimensi sosial (horizontal) selain dimensi vertikal (habblum minallah), seperti sholat dan zakat. Semoga dengan meramaikan ibadah kurban sebagai suatu kesolehan sosial, maka kehidupan sosial, kehidupan ekonomi, pendidikan, dll di negeri kita akan tetap terjaga dan tumbuh menjadi lebih baik lagi, dapat menceriakan dan membahagiakan bagi saudara - saudara kita yang menikmati daging kurban. Yang mampu membantu kaum dhuafa yang tidak mampu.

HAJI

Ibadah haji termasuk salah satu dari rukun Islam yang kelima, bagi muslim yang mampu dianjurkan untuk melaksanakan ibadah haji untuk menyempurnakan Islamnya.

Adapun rukun ibadah haji diantaranya adalah:
  1. Ihram (menggunakan pakaian ihram untuk laki - laki) dan bertalbiyah.
  2. Wukuf di Padang Arafah.
  3. Thawaf mengitari Ka'bah sebanyak 7 kali.
  4. Sa'i, berjalan/berlari - lari kecil dari Shafa dan Marwah.
  5. Tahallul, bercukur/memotong rambut setelah Sa'i.
  6. Tertib.

SHALAT IDUL ADHA

Shalat Idul Adha adalah ibadah yang hukumnya fardhu kifayah bagi setiap muslim yang dilakukan pada tgl 10 Dzulhijjah, yang terdiri dari 2 rakaat dengan 7 takbir di rakaat pertama dan 5 takbir di rakaat kedua dilanjutkan dengan khutbah shalat Ied. Wanita yang sedang haid juga dianjurkan keluar untuk datang menuju tempat shalat Ied (dipisahkan tempatnya) untuk mendengarkan ceramah shalat Ied.

Cara Mengantisipasi dan Menyikapi Informasi Dari Internet dan Media Sosial

Di era Media Sosial saat ini, para penikmat media sosial  seperti FB, WA, Tweeter, IG, Path, G+ dan lainnya, dituntut harus kritis dan minimal punya wawasan dan dasar yang kuat dan benar sehingga tidak mudah tertelan fitnah, hoax, scam, propaganda atau informasi yang menyesatkan.

Pada jaman generasi X, orang beropini dan berkomentar hanya untuk dirinya sendiri atau orang - orang yang ada disekitarannya. Jika mendengar berita/informasi yang aneh dari koran, radio atau televisi, paling banter mereka cuma sharing dengan orang rumah, atau kalau mereka bergaul sharing dengan teman2 atau kelompok2 kecil. Hanya beberapa orang saja yang bisa mengemukakan opini atau informasi kepada publik, seperti public figure, toko masyarakat, pejabat pemerintahan, sastrawan atau wartawan. Di era ini dikenal dengan istilah kelompok radikal, bagi mereka yang berseberangan haluan dan frontal dan jumlahnya tidak banyak dan jangkauannya terbatas.

Agak kesini, orang - orang mulai dapat beropini dan berkomentar pada media - media yang formal, yang tidak semua orang bisa mengakses informasi/opini atau komentar itu dengan mudah, semurah - murahnya mereka mengirimkan surat pembaca di koran - koran atau majalah atau mengadukan keluhan ke instansi atau sarana - sarana yang disiapkan untuk menerima keluhan atau lainnya.

Saat ini, media sosial dapat diakses siapa saja. Informasi untuk bapaknya, juga dapat diakses oleh anaknya. Informasi untuk dewasa bisa diakses juga oleh yang belum dewasa. Informasi rahasia bisa diakses oleh orang - orang yang tidak berkepentingan. Hanya cukup like page-nya, follow akunnya, maka informasi langsung dapat diakses kapan saja, malah tidak jarang langsung di-push ke email pribadi mereka.

Kalau perkembangan mental, moral, wawasan agama, wawasan ilmu - ilmu pengetahuan orang yang dapat mengakses informasi tersebut seimbang dengan informasi yang mereka terima, mungkin orang tersebut akan dapat menyaring dan mengkritisi informasi yang diterimanya. Cilakanya jika informasi itu diakses oleh mereka yang perkembangan mental, moral, wawasan agama dan wawasan ilmu - ilmu lainnya tidak berimbang, misalnya wawasan mereka dibawah informasi yang mereka akses, tidak menutup kemungkinan mereka akan memakan informasi yang salah, lebih parahnya lagi kalau informasi itu dijadikan ideologi atau cara mereka berpikir. Luasnya dan mudahnya informasi menyesatkan yang dapat diakses ini lebih bahaya dibandingkan kelompok – kelompok radikal yang ada sebelumnya. Efeknya jauh lebih luas dan lebih sulit dimonitor dan dikendalikan.

Jadi, untuk mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan berubahnya cara orang mendapatkan informasi, mari bekali dulu orang - orang, anak - anak kita dengan pemahaman dasar yang benar seperti ilmu agama (yang pasti dasarnya dari kebenaran), ilmu moral yang benar, mempersiapkan mental yang kuat sebelum memperkenalkan mereka kepada media yang dapat memberikan mereka kunci untuk mengakses semua informasi dan jangan sampai keduluan mereka.

Banyak contoh diluar sana karena gagal paham dengan informasi yang mereka terima. Contohnya seperti mengikuti aliran sesat, yang sebenarnya tidak sesuai dengan kaidah - kaidah ajaran agama, terutama agama Islam yang merupakan RAHMAT bagi seluruh alam. Contoh lainnya seperti seks bebas, miras, cara berpakaian yang terbuka dan lain - lainnya, padahal kalau kita cari tahu di luar negeri sana, yang melakukan seks bebas, mabuk - mabukan, berpakaian terbuka itu adalah golongan - golongan kecil yang termasuk dalam golongan (maaf) pelacur, kaum miskin, tidak berpendidikan dan tidak memiliki pekerjaan. Karena cara gaya hidup yang seperti ini sering dikonsumsi, disajikan dan ditemukan oleh penikmat media sosial dan yang trend-setter-nya  ke barat sana, maka mereka berpikiran bahwa kehidupan di barat sana seperti itu dan mereka merubah dan gaya hidupnya seperti yang mereka lihat. Padahal tidak, di barat sana malah banyak ditemukan orang yang sopan, patuh dengan aturan - aturan, mengerti unggah - ungguh dan disiplin.

Contoh lainnya lagi bagi anak - anak, karena mereka beranggapan dengan menggunakan jubah ala Superman maka mereka bisa juga terbang. Dengan kepolosannya anak itu menuju suatu ketinggian dan melompat dari lantai tersebut dan akhirnya meninggal. Dan masih banyak contoh lagi. Contoh ini membuktikan bahwa perkembangan mental, pengetahuan moral, ilmu agama dan ilmu - ilmu lainnya harus seimbang dengan arus informasi yang mereka terima, sehingga mereka (baik anak - anak maupun dewasa) dapat menyaring, menganalisa dan menyikapinya dengan benar.

Semoga bermanfaat.

Solusi Usaha di Masa Pandemik COVID-19

Sudah lama ingin mengeluarkan uneg - uneg yang ada dalam kepala, tapi baru kali ini saya berkesempatan untuk menuliskannya di blog ini, sil...