Saturday, July 20, 2013

Tips Mengambil Keputusan dan Bersikap

Alkisah, pada suatu hari Lukman Hakim mengajak anaknya ke pasar dengan menuntun keledai. Di jalan mereka bertemu dengan seseorang, Orang itu mengatakan “Bodoh sekali bapak dan anak itu, bawa keledai tapi tidak dinaiki, malah dituntun”. Mendengar omongan ini, anaknya kemudian naik ke atas punggung keledai.

Di jalan mereka lalu bertemu dengan orang yang lain, orang itu lalu mengatakan ”Durhaka sekali anak itu, masak bapaknya disuruh jalan kaki, sedangkan dia malah enak-enakkan naik keledai”. Mendengar ucapan orang kedua, anaknya langsung turun, dan menyuruh bapaknya (Lukman Hakim) untuk naik ke atas keledai.

Di tengah perjalanan, kembali mereka bertemu dengan seseorang yang lain, sebagaimana kedua orang sebelumnya, orang ketiga ini juga mengomentari “Bagaimana bapak ini, tega sekalinaik keledai sendiri, sedangkan anaknya disuruh jalan kaki”.

Tidak tahan mendengar komentar ini, anaknya lalu naik ke punggung keledai. Jadilah mereka berdua naik keledai berjalan ke arah pasar.

Seperti sebelumnya, di tengah jalan mereka bertemu dengan orang keempat, orang ini lalu berkata “Tega-teganya bapak dan anak itu, keledai kecil malah dinaiki berdua”.

Anaknya langsung turun, kemudian berlari dan kembali lagi dengan membawa kayu dan seutas tali. Keledai itu lalu diikat dan dipikul oleh mereka berdua.

Akhirnya mereka sampai di pasar, ternyata ketika dijual keledainya tidak laku, karena tidak ada orang yang mau membeli keledai yang lemah. Sang anak kemudian bertanya kepada Lukman Hakim. “Bapak adalah seorang ahli hikmah, yang sering dimintai solusi oleh masyarakat, bagaimana ini yang terjadi dengan kita sekarang?”.

Kemudian Lukman berkata kepada anaknya:

“Wahai anakku, janganlah engkau mengikuti pendapat orang lain yang tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan mereka belaka”

Kemudian dilanjutkannya dengan mengutip kata-kata Ali bin Abu Tholib, ”Dan janganlah engkau mencari kebenaran (al-haqq) dari makhluk, tetapi temukanlah kebenaran (al-haqq) yang dari Rabb terlebih dahulu, kemudian engkau tentukan siapa-siapa yang barada di sana”

Dari kisah ini, Lukman mengajarkan hikmah pada anaknya mengenai bagaimana seharusnya mengambil keputusan dan bagaimana bersikap atas keputusan yang telah diambil.

Wednesday, July 17, 2013

Fatal, Membuat Frustasi Pada Anak - Anak

Manusia itu paling frustasi jika dikecewain oleh orang – orang yang mereka cintai atau orang – orang yang berarti bagi hidup mereka. Kita akan kecewa kalau pasangan kita menghianati kita, kita frustasi jika orang yang menjadi teladan bagi kita ternyata bersikap tidak menyenangkan kepada kita, kita frustasi karena pekerjaan kita dan lain – lain. Terlebih lagi anak – anak. Anak – anak yang terlibat narkoba penyebabnya karena selain faktor “anak dimanja dengan uang” atau lemahnya pengetahuan agama yang sejatinya dapat membekali mereka dengan kemampuan membedakan mana yang benar dan mana yang salah, juga yang menurutku yang juga fundamental adalah disebabkan oleh rasa frustasi atau kecewa dengan perlakuan atau perhatian atau respon yang diterima dari orang tuanya yang jauh dari harapan mereka. Bagi anak – anak yang jauh dibawah umur (balita), yang pastinya belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, tentu rasa frustasi ini akan menjadi lebih absolute karena logika mereka belum berfungsi dengan baik. 

Dengan rasa frustasi, kecewa yang berkepanjangan dan tidak segera dideteksi dan diperbaiki sedini mungkin dapat menyebabkan putusnya komunikasi antara anak dan orang tua, jika hal ini terjadi maka cilaka buat orang tua. Sang anak akan mencari seseorang, kelompok atau sesuatu yang dapat memperlakukan mereka sesuai dengan harapan dan ini cenderung sesuatu yang negatif, kita kenal dengan istilah pelarian. Jika mereka lebih bisa mendengarkan orang lain ketimbang orang tuanya sendiri atau komunitas tempat mereka berkomunikasi lebih dominan ketimbang orang tuanya sendiri, maka kita bisa banyangkan bagaimana sulitnya kita merangkul anak – anak kita kembali.

Reminder bagi para orang tua, termasuk aku sendiri. Jika anak – anak kita membuat Anda kesal, jangan marah kepada mereka, jangan membuat mereka frustasi, jangan menghakimi, jangan membentak mereka. Bisa jadi itu semua disebabkan karena kesalahan orang tua, karena anak – anak lebih banyak tidak tahunya ketimbang tahunya, makanya perlu diberitahu bukan dimarahi, anak – anak lebih banyak merespon ketimbang berinisiatif, lebih cenderung mencontoh perilaku yang ada disekitar mereka ketimbang memuncukan perilaku mereka sendiri, karena anak – anak belum berkarakter. Jika kits mengajar anak dengan cara membentak atau memarahi mereka diawalnya maka berikutnya akan lebih keras lagi, tambah keras, makin keras dan you know lah what I mean. Mereka akan sulit diatur dengan lemah lembut.

Dengan demikian kita mengharapkan komunikasi antara orang tua dan anak tetap harmonis, anak tetap akan bersikap terbuka kepada kita sebagai orang tuanya, mereka mencontoh sesuatu yang baik dari orang – orang yang mereka cintai dalam menyelesaikan persoalan dan yang terpenting mereka tidak pernah akan kecewa kepada orang – orang yang mereka cintai.


Bagi yang secara tidak sadar telah melakukan sesuatu yang keliru, jangan diteruskan cara mendidika anak - anak seperti itu. Tidak ada kata terlambat, hanya butuh kesabaran dan semangat lebih untuk memperbaikinya.

Semoga bermanfaat.

Monday, April 29, 2013

Bisnis dan Balas Budi

A: "Udah kamu pake uangku saja untuk modal usaha"
B: "Aku ga enak balas budi sama kamu"
A: "Ga usah balas budi, kalau sudah kuat nanti bisnisnya kembalikan saja uangku"
B: "Tetep aja aku masih hutang budi sama kamu"
A: "Maju mundur usaha kamu tergantung usaha kamu, aku cuma pinjamin modal"
B: "Baiklah, nanti aku lebihin kembaliannya, makasih ya"

Dalam urusan bisnis seharusnya tidak ada yang namanya hutang budi atau balas budi. Orang Indonesia sudah banyak yang salah kaprah dan terbelit budaya balas budi yang tidak tepat. Contoh perbicangan diatas termasuk salah satunya. Balas budi dan keblinger memulangkan hutangnya dengan nilai yang lebih dari asalnya.

Kenapa urusan bisnis tidak mengenal hutang budi atau balas budi, karena maju atau gagalnya suatu bisnis tergantung dengan usaha yang kita lakukan, seberapa keras usaha yang dilakukan atau seberapa cerdas kita mengolahnya, selain tentunya atas kuasa Tuhan. Kalau nanti maju atau mundur, tetap hutang modal tadi harus dibayar.

"Saya sudah berusaha untuk menyediakan waktu saya untuk kemajuan kita"
"Saya sudah kurang tidur untuk mempersiapan semua acara kita ini"
"Kamu coba hargai saya"

Selama konteksnya bisnis, semua dapat keuntungan dari yang diupayakan tidak perlu ada rasa minta dihargai, karena kita dibayar untuk itu. Yang ada jika kita saling tolong menolong sesama teman, meskipun dalam ruang lingkup bisnis.

Terkecuali tolong menolong tanpa mengharapkan pengembalian bantuan, jasa, uang atau modal yang sudah diberikannya. Mungkin akan lebih pas untuk berbalas budi bagi yang pernah menerima bantuan.

Sama seperti analogi yang ekstrim ini, kalau perbuatan yang bisa disebut pelecehan seksual itu bayar, maka itu bukan pelecehan seksual namanya, karena si "korban" dibayar. Si "korban" tidak bisa menggugat tindakan itu sebagai pelecehan seksual.

Yang keblinger adalah dengan adanya rasa hutang budi dan balas budi ini, maka sebagai rasa terima kasih, orang yang dipinjami modal ini akan mengembalikan modal tersebut dengan melebihkan dari nilai sebelumnya. Itulah kenapa di negara kita ini subur dengan budaya simpan pinjam, perkreditan dan sejenisnya. Kemungkinan besar salah satunya karena rasa berhutang itu bisa diperhalus dengan adanya cara pengembalian lebih.

Seyogyanya mulai saat ini kita bisa memilah mana bisnis, mana yang tolong menolong, mana yang harus berbalas budi dan tahu mana yang keblinger.

Wallahu a'lam bi showab.

Sunday, March 31, 2013

6 Rahasia Menjadi Entrepreneur Sukses

Berikut ini ada 6 rahasia menjadi entrepreneur yang sukses:

  1. Mengenal karakteristik uang.
    1. Uang tidak pernah hilang, yang ada adalah uang hanya berpindah tangan. Jika ada yang miskin, maka akan ada yang kaya, ada juga yang untung dan ada yang rugi.
    2. Mempunyai wadah yang paling besar, caranya:
      • Upgrade knowledge, terus belajar dan kosongkan gelas.
      • Networking, membangun jaringan, melakukan duplikasi dan membuat sistem.
    3. Uang suka selingkuh dan CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Jika Anda sedang dalam kesulitan ekonomi dan Anda terus berusaha bangkit sehingga Anda kembali kaya, Sama perumpamaan dengan uang yang selingkuh dan kembali lagi karena CLBK.
    4. Multiplikasi. Bekerja dengan sendiri hasilnya lebih kecil dan besarannya terbatas ketimbang melakukan duplikasi diri kita dengan melalukan sharing kepada orang lain dan diperkuat dengan sistem.
  2. Gunakan pedang orang lain. Cara ini sama dengan teknik beladiri Taichi, dimana menggunakan kekuatan lawan untuk menjadi menang. Gunakan testimonial, lakukan inovasi sehingga bisnis Anda bisa berkembang dan dipromosikan secara gratis oleh media massa.
  3. Inovasi. Sesuatu yang monoton, cenderung menghasilkan hasil yang sama dengan sebelumnya. Dalam bisnis kita dituntut untuk pandai berinovasi dan selalu berubah.
  4. Membangun Aset:
    1. Fisik. seperti tanah dan bangunan.
    2. Kertas, seperti asuransi, saham, obligasi dan uang.
    3. Manusia, membangun manusia melalui networking.
  5. Istana Kosong. Kosongkan hati dan turunkan ego, terus belajar, buka kesempatan dan ambil kesempatan.
  6. Keep it simple stupid (KISS), buatlah strategi yang mudah agar bisa diadopsi oleh siapa saja.

Disarikan dari seminar Grand BOP oleh Bong Chandra, entrepreneur, author dan motivator kondang.

Wednesday, February 27, 2013

Kurangilah Mengeluh, Perbanyaklah Bersyukur

Dari timeline di Facebook dan Twitter atau message status di mesengger sampai obrolan pada saat makan siang, hampir sering ketemu orang - orang yang berkeluh kesah tentang apa saja disekitarnya. Yang mahasiswa mengeluh dengan jadwal mata kuliah yang padat, yang lagi diatas mobil mengeluh dengan kepadatan arus lalu lintas yang sedang dia hadapi, yang karyawan kantor mengeluh banyaknya pekerjaan yang dia terima, yang pedagang mengeluh sepinya pembeli dihari ini, yang ibu rumah tangga mengeluh cucian tak kunjung kering karena cuaca yang kurang mendukung, yang pimpinan mengeluh kinerja anak buahnya yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan, yang menganggur pasang status dengan hash tag GALAU, yang cintanya bertepuk sebelah tangan mengeluh atas keadaan yg menimpanya dan masih banyak lagi.

Mengeluh itu tidak selalu buruk, manusia diberi rasa mengeluh agar dapat mengusahakan sesuatu untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Namun kalau tingkat intensitasnya tinggi, seperti sedikit - sedikit mengeluh, mengeluh tanpa ada suatu tindakan menuju perbaikan, mengeluh karena tidak tahu kalau keadaan yang sekarang ini karena suatu akibat yang dia lakukan sebelumnya, mengeluh atas suratan ilahi yang tentu terjadi untuk kebaikan dirinya, mengeluh bukan pada tempatnya yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.

Kita manusia lebih sering lupa, bagaimana keadaan mereka sebelumnya dibandingkan apa yang dia miliki sekarang, manusia lebih sering lupa bagaimana lebih beruntung dirinya dari orang lain yang kondisinya tidak lebih baik atau jauh lebih malang nasibnya ketimbang dirinya, manusia sering lupa atas rejeki materi dan batin yang diterimanya.

Tidak jarang seorang karyawan yang bekerja diruangan AC, punya ruang kerja sendiri, tempat duduk yang empuk, mengeluh dengan pekerjaannya yang melelahkan, padahal diluar sana, kalau pernah nonton salah satu acara televisi yang berjudul "Andai aku menjadi...", banyak sekali dan hampir semua profesi yang ditampilkan mampu membuat kita melongo dan iba, ada manusia lanjut usia yang masih memeras keringat untuk menghidupi dirinya dan keluarga, ada anak - anak usia sekolah yang harus putus sekolah untuk membantu orang tuanya mencukupi kebutuhan sehari - hari, ada manusia yang lahir dengan kekurangan fisik yang dimilikinya menempuh jalan yg panjang untuk menjemput rejekinya. Ada karyawan yang harus melakukan pelayanan dengan merogoh dari kantongnya sendiri, karena tidak ada budget entertain buat pelanggannya, ada karyawan dengan penghasilan rendah, yang bekerja rangkap sebagai penjual martabak untuk membuat dapurnya tetap mengebul. Ada juga pasangan yang kehilangan cincin kawinnya karena harus digadaikan untuk biaya berobat. Pantaskah kita mengeluh kalau kita jauh lebih baik dari mereka semua? Seharusnya kita menjadi pekerja yang lebih produktif dan berkualitas, karena semua fasilitas dan kecukupan yang kita miliki. Seharusnya kita menjadi pemimpin yang tidak cengeng dengan resiko yang harus kita hadapi, tanpa harus berkeluh kesah sia - sia.

Mari kita kurangi mengeluh karena selain akan menggerogoti jiwa kita, juga dapat menularkan sesuatu yang negatif bagi orang lain yang ada disekitar kita dan mulailah lebih banyak bersyukur, intropeksi dan kembali action.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tuesday, February 5, 2013

Keajaiban Kentut


KEAJAIBAN KENTUT, dianggap hina tapi bermanfaat besar bagi manusia

Hidrogen sulfida, salah satu gas penyebab bau kentut, ternyata bermanfaat. Selain sebagai anti-pembengkakan, gas ini turut mengatur tekanan darah.

Terkadang, kemunculannya dianggap memalukan. Kebanyakan orang menilai tak sopan bila mengeluarkannya sembarangan. Bila ia terlanjur keluar, tak jarang orang berusaha menahan dan menyembunyikan.
Baunya khas seperti kotoran. Ada pula yang mengatakan mirip telur busuk bahkan sampah dekat selokan di pinggir jalan. Gas kentut, atau lebih tepat yang akan dibicarakan adalah gas hidrogen sulfida, sejak dulu memang dipandang sebelah mata.

Sedikit sekali yang memikirkan hikmah di balik ciptaan-Nya. Bahkan, di antara manusia ada yang berpaling setelah diperlihatkan tanda kekuasaan Allah.

Menghadapi yang demikian, Allah telah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda kekuasaan-Nya, meski berbau dan dianggap hina seperti hidrogen sulfida. “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.” (QS. Yusuf 12:105).

Hidrogen Sulfida dan Kehidupan.

Hidrogen sulfida merupakan gas alami yang sering dijumpai manusia. Di alam bebas, gas dengan rumus kimia H2S ini dihasilkan oleh tumpukan sampah dan gunung berapi. Tak hanya berbau busuk, gas tersebut juga berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan jika dihirup dalam jumlah tertentu.

Bagi manusia, gas ini juga tak asing didengar telinga. Di dalam tubuh, hidrogen sulfida secara alami dihasilkan oleh bakteri penghuni usus besar manusia. Gas tersebut adalah hasil samping pembusukan makanan yang dicerna. Seperti gas lain yang dihasilkan tubuh, ketakseimbangan produksi H2S menimbulkan berbagai penyakit.

Dahulu, manusia enggan menelisik jauh makna dibalik kentut. Namun, kini agaknya orang perlu berpikir ulang atas sikap yang demikian. Sebagaimana hasil penelitian yang akan dipaparkan, gas tersebut ternyata bermanfaat bagi kesehatan.

Penelitian Gas Kentut

Penelitian yang sudah dirintis beberapa tahun lalu, sedikit demi sedikit kini membuahkan hasil. Berdasarkan penelitian, ada beberapa kegunaan hidrogen sulfida di dalam tubuh. Di antaranya, gas tersebut berperan dalam mengatur tekanan darah dan mencegah terjadinya pembengkakan (anti-pembengkakan/ anti-inflamasi) .

Para peneliti dari Peninsula Medical School dan Kings College di London telah berhasil mengetahui mekanisme peran gas hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Gas tersebut bekerja dengan melonggarkan jaringan pembuluh darah serta meningkatkan kelenturan pembuluh vena dan arteri. Akibatnya, peredaran darah dalam tubuh lebih lancar.

Hasil penelitian juga dapat menjelaskan keterkaitan fungsi H2S dengan gas-gas lainnya, semisal oksida nitrit (NO), dopamin, dan asetilkolin. Gas-gas tersebut sangat berperan dalam penyampaian sinyal antar sel saraf serta dapat membangkitkan atau meredam aktivitas pemikiran di otak.

Terkuaknya mekanisme peran gas kentut di dalam tubuh membawa angin segar bagi perkembangan dunia kesehatan. Penemuan ini dapat menginspirasi pembuatan dan modifikasi obat sehingga lebih tepat sasaran. Tak hanya itu, efek samping penggunaan obat juga dapat berkurang.

“Sekarang kita tahu peranan hidrogen sulfida dalam pengaturan tekanan darah. Adalah mungkin untuk merancang terapi obat yang meningkatkan pembentukan [pengaturan tekanan darah] itu sebagai alternatif cara menangani tekanan darah tinggi yang ada saat ini”, kata Solomon H. Snyder, MD dari John Hopkins Medical Institutions.

Selain berperan dalam pengaturan tekanan darah, gas hidrogen sulfida juga ternyata lebih aman dan efektif sebagai obat anti-pembengkakan (anti-inflamasi) . Hal tersebut merupakan temuan terkini para peneliti dari Peninsula Medical School.

“Meskipun obat-obatan anti-pembengkakan tradisional sangat ampuh dan aman, keduanya dapat merusak lapisan permukaan dalam dinding lambung pada sebagian orang sehingga menimbulkan gangguan lebih lanjut. Pelepasan H2S secara terkendali dan terus-menerus memberikan peluang bagi pengembangan kelompok baru obat-obatan anti-pembengkakan atau mendorong perbaikan obat-obatan yang ada sekarang sehingga [obat-obatan] itu juga melepaskan H2S dan harapannya menimbulkan lebih sedikit akibat samping pada lambung-usus”, papar Dr. Matt Whiteman.

Ia juga menambahkan, “kami baru saja mulai mengungkap peran mengejutkan H2S dalam tubuh. Tak hanya dalam sistem jantung-pembuluh darah, tetapi juga peranannya dalam anti-pembengkakan, pelemahan saraf, dan diabetes, serta perananya dalam kesehatan” .

Dianggap Hina, Tapi Berguna

Demikianlah Allah menciptakan sesuatu dengan rancangan dan fungsi yang tepat. Tak satu pun di dunia ini yang Dia ciptakan tanpa manfaat. Bahkan, barang yang dianggap hina semisal gas kentut, ternyata membawa maslahat.

Bayangkan, jika tak ada hidrogen sulfida dalam tubuh. Boleh jadi sistem peredaran darah tidak akan sebaik sebagaimana seharusnya. Pun, proses anti-pembengkakan tidak akan terjadi sesempurna sekarang, serta berkemungkinaan membawa masalah kesehatan.

Oleh karena tidak adanya kesia-siaan dalam ciptaan Allah mana pun, termasuk seremeh gas kentut, maka sudah sepantasnya bagi manusia untuk berupaya memikirkan penciptaan oleh Allah. Hal ini senada dengan firman Allah dalam Al Quran yang menjelaskan ciri orang berakal: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): 'Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(QS. Ali Imron 3:191).

Hidrogen sulfida, salah satu gas penyebab bau kentut, ternyata bermanfaat. Selain sebagai anti-pembengkakan, gas ini turut mengatur tekanan darah.

Terkadang, kemunculannya dianggap memalukan. Kebanyakan orang menilai tak sopan bila mengeluarkannya sembarangan. Bila ia terlanjur keluar, tak jarang orang berusaha menahan dan menyembunyikan.

Baunya khas seperti kotoran. Ada pula yang mengatakan mirip telur busuk bahkan sampah dekat selokan di pinggir jalan. Gas kentut, atau lebih tepat yang akan dibicarakan adalah gas hidrogen sulfida, sejak dulu memang dipandang sebelah mata.

Sedikit sekali yang memikirkan hikmah di balik ciptaan-Nya. Bahkan, di antara manusia ada yang berpaling setelah diperlihatkan tanda kekuasaan Allah.

Menghadapi yang demikian, Allah telah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda kekuasaan-Nya, meski berbau dan dianggap hina seperti hidrogen sulfida. “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka
berpaling daripadanya.” (QS. Yusuf 12:105).

Terkadang sedang asik-asiknya berdiskusi dengan teman tiba2 merasakan inginnya kentut. Kentut memang terkadang sungguh bisa membuat kita malu apabila disaat tidak tepat. Biasanya jadi ajang saling tunjuk apabila kentut tidak bersuara. Tapi sebenarnya apa si itu kentut?

1.Dari mana asal kentut ?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

2. Apa komposisi kentut ?
Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan kentut).

3. kenapa kentut berbau busuk ?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandungn sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.

4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi ?
Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas. (Dan diameter lubang anus anda, hi..hi….)

5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara ?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteri yg berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya, tapi SBD (Silent But Deadly).

6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari ?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur ?
Karena density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas? Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorong isinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yg bertekanan lebih rendah, yaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gas akan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yg rumit & berbeit-belit. (Bayangkan kalo kentut keluar dari lubang hidung).

8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain ?
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara ‘transmitter’ dengan ‘receiver’. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.

9. Apakah setiap orang kentut ?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa kentut. (Makanya gak usah malu kalo sering kentut)

10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan ?
Tidak ada kaitannya dengan gender.. Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, & saat kentut banyak sekali jumlah yg dikeluarkan. (Makanya kentut perempuan lebih bau, ha..ha….)

11. Saat apa biasanya orang kentut ?
Pagi hari di toilet. yang disebut “morning thunder”. Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.

12. Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut ?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).

13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut ?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang ?
Tidak… sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.

15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor.. Tapi bermigrasi ke bagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.

16. Mungkinkah kentut terbakar ?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen. (Kalo naik gunung, lupa bawa korek api tapi mau masak indomie, pakai aja kentut buat nyalain kompor)

17. Bisakah menyalakan korek api dengan kentut ?
Jangan mengada-ada. .. konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.

18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk ?
Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti sapi, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau. (Makanya lebih baik pelihara gajah di rumah daripada anjing).

19. Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut ?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak. (Makanya yang punya hobi cium bau kentut, sebaiknya dikurangin)

20. Apakah warna kentut ?
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.

21. Kentut itu apakah asam, basa atau netral ?
Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).

22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus ?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya. 

Tuesday, January 1, 2013

Sok Jago

"Ngapain takut, bokap gua aja, gua lawan, bentar lagi bokap gua bakal kena pukul sama gua"

Kata - kata ini keluar dari mulut, remaja putus sekolah yang usianya kira - kira 14 tahun dihadapan teman - teman sebayanya, anak dari tetangga saya yang bapaknya seorang pemulung botol atau gelas minuman mineral dan ibunya seorang pencuci baju tetangga serabutan. Kata - kata ini saya dengan pada saat ada acara kumpul - kumpul RT dilapangan dekat dengan rumah saya. Saat itu ingin rasanya saya, memberikan hukuman kepadanya dengan menegur anak tetangga saya itu tapi niat itu saya urungkan karena saya tidak ingin membuat dia malu didepan  teman - temannya, lagi pula kalau saya sudah buat dia malu tentu susah buatnya untuk mendengar apa yang akan saya sampaikan ke anak itu selanjutnya.

Akhirnya, pada saat acara sudah bubar - saya ajak anak itu pulang bersama dijalan yang tidak panjang itu saya manfaatkan sebaik - baiknya untuk menegurnya.

Saya : "Kamu jagoan ya?"
Anak Tetangga: Dia mendongak dan balik bertanya "Memang ada apa yah?"

S: "Tadi kamu bilang didepan teman -teman kamu, kalau kamu tidak takut sama bapak kamu dan kamu berencana untuk mukul dia"

AT: "Saya sudah biasa bilang seperti itu didepan mereka dan bapak saya memang menjengkelkan, yah. Bapak saya suka bermain kasar dan tidak bertanggung jawab kepada keluarga".

S: "Kamu tau apa?"

Anak tetangga saya ini, cuma tamat sampai dengan kelas 4 SD. Kedua orang tuanya sering bersiteru, hampir setiap hari, tanpa kenal waktu kadang pagi - pagi subuh, siang hari atau tengah malam. Pada saat suaminya tidak ada, si ibu ini juga sering mendokrin anak - anaknya bahwa semua ini salah bapaknya dan bapaknya itu seorang yang (maaf) brengsek. Itu disampaikan didepan ketiga anaknya. Bapaknya biasanya keluar untuk memulung 3 kali dalam sehari.

AT: "Saya tiap hari pusing dengan emak dan bapak berantem, bapak kerjanya tidak benar dan kadang kita harus ngamen, ngemis, kerja angkut bahan jahitan konveksi untuk makan kita"

S: "Kamu umur berapa sekarang?"

AT: "14"

S: Kamu tahu, apa yang sudah bapak kamu lakukan agar kamu bisa hidup sampai umur 14 tahun?"

AT: "Tau! Bapak nyari"

Nyari, istilah mereka kalau bapaknya mulung.

S: "Sejak kapan?"

AT: "Ga tau, sejak kecil kali"

S: "Sok tau kamu! Bapak kamu dulu kerja di hotel, bagian housekeeping sampai ketemu sama ibu kamu. Waktu itu hidup kamu enak, abang kamu bisa sekolah sampai SMA dan kamu bisa sekolah sampai kelas 4 SD. Kamu tidak tahu seperti apa perjuangannya sewaktu kamu masih bayi dan masih kecil. Sekarang saja, kondisi bapak dan keluarga kamu lagi dalam keadaan susah. Sampai bapak kamu harus nyari, seharusnya kamu bangga. Banyak orang sekarang yang gengsi untuk nyari, mungkin kamu juga gengsi jalan bareng sama bapak kamu untuk nemani dia nyari. Sekarang ini orang yang lagi kepepet, lebih milih jadi maling ketimbang harus nyari seperti bapak kamu. Semua akan jadi gampang kalau kamu atau orang dirumah, tidak membebaninya dengan masalah - masalah lainnya, agar dia bisa semangat bekerja"

Anak tetangga saya itu nunduk dan nangis.

Menurut saya, para orang tua jaman sekarang banyak yang tidak mau peduli dengan kehidupan anak - anak dan remaja dilingkungannya, entah karena mereka tidak mau terlibat dengan urusan orang lain, walaupun kenakalan remaja adalah tanggung jawab bersama atau mungkin karena takut, tidak dibilang asyik atau dimusuhi oleh remaja disekitarnya. Seandainya kontrol di rumah, di sekolah, di lingkungan sekitar atau di masyarakat dan terakhir pemerintah bisa berjalan seperti ini, tentu dapat mempersempit ruang bebas untuk timbulnya kenakalan remaja. Karena mata dan telinga orang tua hanya terbatas didalam rumah, mata dan telinga para guru hanya sebatas didalam sekolah dan seterusnya dan seterusnya.

Semoga bisa ditarik pelajaran yang baik dari cerita ini.

Solusi Usaha di Masa Pandemik COVID-19

Sudah lama ingin mengeluarkan uneg - uneg yang ada dalam kepala, tapi baru kali ini saya berkesempatan untuk menuliskannya di blog ini, sil...